Nay (2015): Hidup Bukan Untuk Mencari Perhentian, Namun Untuk Melakukan Perjalanan

Djenar Maesa Ayu kembali menyutradai film monolog yang berjudul Nay. Tayang pada bulan November tahun 2015 silam, film ini cukup unik karena hanya menampilkan satu pemeran saja, yaitu Nay yang diperankan oleh aktris cantik Sha Ine Febriyanti. Ine tidak perlu diragukan lagi dengan dunia perfilman, aktris cantik ini sudah pernah membintangi beberapa film bioksop Indonesia, seperti Laksamana Keumalahayati (2007) dan Hope (2015).

Sesuai dengan tagline pada cover filmnya yang berwarna kuning dan bergambar mobil, yaitu “Hidup Bukan Untuk Mencari Perhentian, Namun Untuk Melakukan Perjalanan”. Ya, film ini mengisahkan tentang kehidupan Nay yang pelik dalam sebuah perjalanan semalam dengan mobil mini cooper kuningnya.

Sepanjang film yang berdurasi kurang lebih 80 menit ini, penonton akan disajikan dengan adegan Nay yang berada dalam mobil mini coopernya yang meluncur di jalan. Nay bermonolog tentang isu perempuan, identitas, dan seks yang diadaptasi dari novel berjudul Nayla karya Djenar Maesa Ayu juga.

Nayla atau yang biasa disebut dengan Nay mempunyai masa lalu buruk yang berhubungan dengan identitasnya sebagai seorang wanita. Saat Nay belum lahir, ayahnya sudah meninggalkan ia dan ibunya. Belum lagi ketika pacar ibunya memperkosanya saat ia masih kecil. Dan yang paling parah lagi, ibu Nay membiarkan hal itu terjadi agar posisi pacarnya aman. Sungguh ironi sekali kehidupan Nayla.

Kini, Nay adalah seorang aktris baru yang sedang hamil di luar nikah. Lagi dan lagi, pacarnya Ben tidak mau bertanggung jawab atas perlakuannya terhadap Nay. Puncaknya semakin rumit ketika Nay terpilih menjadi pemeran utama. Hal-hal yang dikhawatirkan akhirnya terjadi dan ia mulai bimbang dengan keputusannya. Apakah ia harus menggugurkan kandungannya agar bisa menjadi pemeran utama atau merawat anaknya dengan baik namun harus merelakan karirnya?

Meskipun mendapatkan masalah yang bertubi-tubi, Nay mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pemahaman terhadap sifat-sifat asli orang yang ada di sekitarnya. Pram, seorang laki-laki yang suka padanya ternyata menolak Nay ketika ia sedang mengandung anak dari laki-laki lain. Kemudian Ayu, produser Nay yang hanya mementingkan karir.

Berlatarkan di dalam mobil, film ini mampu membawa penonton untuk pergi ke masa lalu Nay melalui cerita-cerita yang diutarakan olehnya. Meski si tokoh hanya duduk di mobil sepanjang jalan, film ini sukses membuat penonton terbawa emosi ketika menontonnya. Penggarapan film yang totalitas ini menyabet penghargaan dalam kategori Best Asian Feature Film pada JAFF tahun 2015. Proses pembuatan naskah film ini juga tergolong cepat, di mana Djenar hanya membutuhkan waktu sebulan untuk menyelesaikannya.

Film ini merupakan film monolog pertama buatan Indonesia. meskipun sudah tidak tayang di bioskop, kalian masih bisa menontonnya secara online pada beberapa situs bioskop online gratis yang terdapat di Indonesia. salah satunya adalah web Bioskop Online yang bisa kalian akses di situs www.bioskoponline.com. Selain Nay, kalian juga bisa menonton beberapa film Indonesia lainnya dari berbagai jenis genre, mulai dari action, sci-fi, romance, drama, documenter, thriller, dan lain-lain. kalian hanya perlu mendaftar akun secara mudah dan sederhana, bisa menggunakan akun facebook, email, nomoh handphone, atau google. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke bioskop, kalian bisa menonton film favorit kamu bersama keluarga melalui situs bioskop online gratis ini. Jadi, tunggu apalagi? Segera ikuti kisah Nay dengan menonton Bioskop Online sekarang juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *